Serangan tersebut hanya beberapa jam setelah Iran meluncurkan lusinan rudal, yang menargetkan pangkalan militer koalisi internasional di bawah pimpinan Amerika Serikat (AS).
Dalam pidato yang disiarkan langsung, Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei menyoroti kehadiran militer AS yang sumber masalah di wilayah tersebut untuk segera angkat kaki.
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengutuk serangan rudal Iran, yang menargetkan pangkalan militer koalisi pimpinan Amerika Serikat
Donald Trump menyebut situasi pangkalan militer AS di Irak sedang baik-baik, meski baru saja diserang oleh Iran pada Rabu (8/1) pagi.
Hal ini dilakukan pasca terbunuhnya komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dalam serangan udara Amerika Serikat (AS).
Keputusan itu menyusul pembunuhan komandan militer Iran Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di ibukota Irak, Baghdad pada Jumat pekan lalu.
Menargetkan situs budaya dengan aksi militer dianggap sebagai kejahatan perang di bawah hukum internasional, sebuah poin yang sebelumnya diajukan para pejabat Iran.
Pasukan yang bersekutu dengan GNA menggambarkan serangan itu sebagai serangan udara yang diluncurkan oleh LNA
Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah menyebut militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah (Timteng) akan membayar harga, atas terbunuhnya komandan Pasukan Quds, Qassem Soleimani
Juru bicara militer Kenya, Kolonel Paul Njuguna mengatakan bahwa pada pukul 5.30 pagi ditemukan suatu upaya untuk melanggar keamanan di Manda Air Strip.