Rencana itu dibahas dalam pembicaraan di Warsawa pada Kamis (23/5) kemarin, antara perusahaan Rusia, Belarusia dan Eropa.
Minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$69,77 per barel pada 10.16 GMT, turun US$1,22 dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka Brent berada di harga US$72,07 per barel pada 00.33 GMT, naik 10 sen atau 0,1 persen dari penutupan terakhir mereka
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyerukan diadakannya KTT Teluk dan Arab di Makkah pada 30 Mei menyusul serangan terhadap dua instalasi minyak di Arab Saudi dan empat kapal di lepas pantai UEA.
Minyak mentah berjangka Brent naik 96 sen, atau 1,3 persen di harga US$73,17 per barel pada 02.27 GMT, setelah sebelumnya menyentuh US$73,40, tertinggi sejak 26 April.
Muatan minyak mentah dan ekspor dari pelabuhan negara itu belum dihentikan dan ekspor masih berjalan seperti sebelumnya.
Serangan itu terjadi dua hari setelah empat kapal, termasuk dua kapal tanker minyak Saudi, disabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).
Perusahaan minyak Exxon Mobil mengevakuasi seluruh staf asingnya dari ladang minyak Qurna 1 Barat di Irak, pada Sabtu (18/5).
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Direktur Urusan Kelautan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran, Hadi Haqshenas, pada Sabtu (18/5) kepada kantor berita ILNA.
Karena itu dia menjamin tidak akan ada kekurangan minyak, apalagi persediaan Amerika Serikat (AS) masih kuat.