Serangan itu merupakan insiden paling mematikan yang terjadi sejak lebih dari dua tahun terakhir.
Arab Saudi dan sekutu Teluknya, serta AS dan negara-negara lain, menuduh Iran mengekspor ideologi ekstremis dari ulama yang berkuasa dan mendukung gerakan teroris seperti Hizbullah dan Al-Qaeda untuk mengguncang tetangganya.
Selain itu, 12 wartawan dilaporkan telah diculik oleh kelompok Houthi, sedangkan satu orang lainnya diculik oleh organisasi Al-Qaeda di kota Hadhramaut.
ISIS, al-Qaeda, dan Boko Haram selalu menjadikan umat Muslim sebagai sasaran mereka
Di antara mereka ada lima tersangka dari negara-negara Arab lainnya: Seorang Qatar, dua dari Arab Saudi, seorang Yordania dan satu orang Yaman.
Pasukan keamanan Tunisia membunuh seorang pembantu utama pemimpin Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM).
Foto Putra pemimpin al-Qaeda Osama diketahui berada di Iran. Gambar tersebut menunjukkan tiga putra Osama bin Laden. Dari kanan, mereka adalah, Mohammad, Laden dan Hamza.
Pemimpin tertinggi kelompok militan al-Qaeda tewas bersama 80 orang dalam operasi militer gabungan tentara Afganistan, intelijen dan pasukan pimpinan NATO.
Mantan analis CIA mengundurkan diri dari agen tersebut karena waswas dengan administrasi Trump
Zarif mengatakan, dengan menuduh Republik Islam Iran, Washington berusaha untuk meniadakan peran sekutu Amerika Serikat dalam serangan (9/11)