Sinyal Jokowi akan berpisah dengan Megawati (PDIP) kian jelas. Penunjukan nama kandidat dan pilihan koalisi partai dalam pilkada serentak di berbagai provinsi, menunjukkan dua sekutu itu mulai bersimpang jalan.
Semakin kelompok itu menunjukkan sikap bedanya dengan penguasa, maka semakin tinggi kadar radikalnya.
Ternyata sejak tahun 30-an kita telah mempunyai Wanita NU yang bertugas untuk menjadi pasukan perempuan dalam keiukutsertaannya menggerakkan fungsi pengamanan dan lainnya.
Duet Islamis vs Marhaenis, jika terjadi, akan menjadi pertempuran politik yang seksi dan sengit. Pertempuran berbasis pola ini akan sangat mungkin berlanjut di pilpres 2019.
Bagi kelompok yang paranoid, fenomena Abdul Somad ini sangat menakutkan. Mereka melakukan pendekatan "memukul" bukan "merangkul."
Untuk market kalangan santri, Cak Imin bisa disebut sebagai market leader.
Dalam politik waktu dan momentum sangat berharga. Anda harus cepat dan berani mengambil kesempatan.
LGBT adalah fakta penyimpangan. Mereka tidak butuh dilindungi, tapi diselamatkan. Seperti para pecandu narkoba dan alkohol, di hati nurani mereka ingin keluar dari petaka.
Hingga saat ini, mungkin masih banyak yang menyangsikan: mungkinkah dengan senjata rehabilitasi berhasil memenangi perang melawan narkotika? Jawabannya, sangat mungkin.
Dedi Mizwar maju lagi. Kali ini bukan untuk nyalon wagub, tapi gubernur Jabar. Popularitasnya jangan ditanya. Sebagai artis senior dan wagub, Demiz tidak saja populer, tapi punya fasilitas kekuasaan dan kekuatan jaringan.