Kasus virus corona harian telah melonjak di Italia minggu ini, memuncak pada rekor 98.030 pada hari Rabu, dengan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit meningkat.
Kenaikan yang dipicu oleh varian virus Omicron yang sangat menular itu juga bertepatan dengan peningkatan jumlah pasien di rumah sakit yang dinyatakan positif virus corona.
Dengan melakukan percepatan vaksinasi, diharapkan setiap orang mendapatkan antibodi untuk membangun sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan virus.
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mewanti-wanti semua pihak agar mewaspadai terjadinya lonjakan kasus Omicron. Dimana, sebelumnya Kemenkes melaporkan bahwa kasus varian Omicron terus mengalami penambahan.
Komisi IX DPR mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran cepat transmisi lokal virus Corona varian Omicron di tanah air. Mengingat, penularan varian omicron bisa berpotensi cepat di Indonesia.
CDC juga merekomendasikan karantina lima hari bagi mereka yang terpapar virus yang tidak divaksinasi atau lebih dari enam bulan dari dosis mRNA kedua mereka atau lebih dari dua bulan setelah vaksin Johnson & Johnson dan belum ditingkatkan.
Para menteri tidak akan mengambil langkah baru untuk membatasi penyebaran virus corona dalam beberapa hari mendatang.
Israel telah melaporkan 1.118 kasus yang dikonfirmasi dari varian virus corona (COVID-19) Omicron yang menyebar cepat, dengan jumlah orang yang terinfeksi berlipat ganda setiap dua hari.
Perubahan untuk 17 juta orang dua hari sebelum Natal menandai pembalikan rencana negara pembukaan kembali permanen setelah hampir dua tahun penguncian stop-start ketika varian baru mengamuk di masyarakat meskipun tingkat vaksinasi ganda lebih dari 90 per sen.
Kesiapan testing, tracing dan karantina terpusat di sejumlah daerah harus ditingkatkan mengantisipasi dampak arus mudik dan balik libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang berpotensi meningkatkan penyebaran virus korona.