Pengakuan La Nyalla Matalitti terkait permintaan uang sejumlah Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju di Pilgub Jatim, ternyata tak sebanding dengan yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Selain Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, publik sedang mencari calon alternatif untuk Pilpres 2019.
Putri presiden keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menolak tawaran Partai Gerindra untuk maju sebagai Cagub Jawa Timur (Jatim) pada kontestasi Pilkada 2018.
Koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) mengumumkan lima pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur di lima provinsi yang akan diusung di Pilkada 2018.
Menurut Prabowo, Gerindra menjalin kerja sama bersama PKS dan PAN dalam pilkada di sejumlah provinsi.
Partai Gerindra akan memutuskan calon gubernur (Cagub) Jawa Tengah (Jateng). Keputusan diambil setelah melakukan pengkajian secara mendalam oleh internal Partai Gerindra.
Jelang Pilpres 2019, hingga saat ini baru muncul dua nama calon presiden (Capres) yang kemungkinan akan maju. Adalah Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Kandidat calon gubernur (Cagub) Jawa Timur La Nyalla diprediksi bisa mendongkrak elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang.
Partai Gerindra menyesalkan Undang-undang (UU) Ormas terkait hukuman yang dijatuhkan kepada anggota Ormas. Dimana, hukuman tersebut tidak sebanding dengan terpidana kasus korupsi.
Tanggapan negatif Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek terhadap gagasan "Revolusi Putih" yang diusulkan Gerindra kepada Gubernur DKI Jakarta dinilai justru mempermalukan pemerintah.