Iran mengatakan memiliki rudal dengan jangkauan hingga 2.000 km, yang mampu menjangkau pangkalan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) di wilayah itu.
Tehran memiliki "banyak opsi di atas meja" jika negara Eropa menunda komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015.
Pertemuan kedua negara tersebut terjadi beberapa hari setelah sebagian besar negara anggota Uni Eropa mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.
Uji terbang pertama pesawat-pesawat itu akan dilakukan pada 2025.
Satelit komunikasi terbaru Arab Saudi yang dikembangkan oleh para ilmuwan dan insinyur kerajaan telah diluncurkan oleh perusahaan dirgantara Eropa ArianeGroup.
Zanganeh mengungkapkan meski Yunani dan Italia telah dibebaskan dari sanksi AS tersebut, namun mereka tetap tidak membeli minyak dari Iran.
Langkah terkoordinasi yang dilakukan Prancis, Spanyol, Jerman, Inggris, Portugal, Swedia, Denmark, Austria dan Belanda pada Senin datang sehari setelah berakhirnya ultimatum delapan hari bagi Presiden Nicolas Maduro untuk mengadakan pemilihan baru.
Tahun lalu, AS memungut bea tambahan antara 10 dan 25 persen untuk barang-barang Tiongkok sebagai hukuman atas apa yang disebutnya praktik perdagangan tidak adil.
Uni Eropa (UE) telah mengeluarkan peringatan keras kepada Iran tentang perkembangan pengujian rudal balistik dan perilakunya di wilayah yang lebih luas.
Keputusan Denmark mengikuti negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis, Jerman dan Spanyol dalam menanggapi perkembangan di Venezuela.