Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arder mengatakan akan mencari jawaban dari Facebook dan perusahaan media sosial lainnya tentang bagaimana serangan yang menewaskan 50 pengunjung masjid disiarkan langsung di platform mereka.
Pemadaman itu memengaruhi pengguna selama 12 jam di seluruh dunia, dengan dampak terbesar di Amerika Utara dan Eropa menurut laman downdetector.
Anggota parlemen Inggris mengatakan raksasa teknologi itu melanggar hukum tahun lalu setelah ikut campur dengan Cambridge Analytica, seorang konsultan politik yang secara keliru mengakses data 87 juta pengguna Facebook.
Bulan lalu, Facebook mengatakan akan melarang iklan politik yang menargetkan Nigeria dibeli di luar dalam upaya untuk mencegah pengaruh asing dalam pemilihan 16 Februari.
Mantan perwira intelijen Angkatan Udara AS diduga bekerja dengan peretas Iran yang menggunakan Facebook dan email untuk mencoba menipu mantan rekannya agar mengunduh malware yang akan melacak aktivitas komputer mereka.
Keputusan itu tak lama setelah menuai kritikan k karena dianggap tak mencegah penyebaran konten yang penuh kekerasan dan kebencian saat ekskalasi konflik di Myanmar meningkat.
Salah satu mitra pengecekan fakta pertama di Facebook, Snopes, mengatakan pihaknya telah mengakhiri hubungannya dengan raksasa media sosial tersebut
Penghapusan tersebut lantaran akun-akun tersebut palsu, yang dijalankan dengan maksud mengganggu politik dan pemilihan umum.
Di antara mereka yang direkrut dalam penelitian perusahaan media sosial adalah remaja, beberapa dari mereka berusia 13 tahun.
Instagram, Messenger, dan WhatsApp merupakan aplikasi gratis yang populer di platformnya masing. Dan setiap pengguna harus menggunakan aplikasi yang sama untuk saling terhubung.