Ribuan Muslim terbunuh dalam penumpasan itu dan sekitar 800.000 Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh, tempat mereka saat ini tinggal di kamp-kamp dalam kondisi yang mengerikan.
Mohammad Javad Zarif datang seteleh tensi di Teluk terus meningkat karena pasukan militer Amerika menuju ke wilayah tersebut dan di tengah sejumlah serangan terhadap infrastruktur minyak.
Secara keseluruhan, Pentagon diperkirakan akan menggeser sekitar $ 6 miliar untuk membantu membangun tembok perbatasan, termasuk sekitar $ 3,6 miliar dari proyek konstruksi militer, beberapa di antaranya akan ditunda.
AS tidak memiliki kekuatan dan tidak akan pernah berani memulai perang militer dengan Iran.
Militer AS diketahui telah mengirim pasukan, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan pesawat tempur bomber B-52 ke Timur Tengah
Kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Teluk dulunya merupakan ancaman serius tetapi sekarang mewakili target dan peluang.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mendesak dan mencam Iran untuk melakukan pertemuan karena pihaknya tidak bisa mengesampingkan konfrontasi militer.
Para ahli percaya itu tidak tersentuh sejak anggota keluarga membawanya pulang lebih dari 150 tahun yang lalu sebagai suvenir kampanye militer Napoleon
Anggota Parlemen Irak, Reza menuturkan bahwa persediaan senjata dalam militer lebih banyak didominasi oleh produk Amerika Serikat (AS).
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan kepuasannya atas pembebasan kapal itu.