Arab Saudi ingin merongrong sumbu perlawanan di wilayah tersebut, terutama di Lebanon, karena khawatir keberhasilan yang diraih oleh kelompok perlawanan di Suriah dan Lebanon
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz menerima mengundurkan diri Perdana Menteri Libanon Saad al-Hariri.
Hariri mengumumkan pengunduran setelah menyampaikan serangan terik terhadap Iran dan milisi resminya, Hizbullah, keduanya di Lebanon dan di seluruh wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Bahrain menghimbau warganya di Lebanon meninggalkan wilayah tersebut setelah Perdana Menteri Saad Al-Hariri mengundurkan diri
Bahram Qassemi juga menolak ucapan anti-Iran al-Hariri sebagai hal tidak berdasar. Ia mengatakan tuduhan Hariri serupa dengan Zionis, Saudi dan Amerika Serikat.