Insiden pembakaran bendera Hizbut Tahrir ini pertama kali terungkap setelah sebuah video beredar di laman YouTube.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengapresiasi gerak cepat pihak kepolisian dalam penanganan kasus pembakaran bendera tauhid yang sempat heboh beberapa hari ini.
Pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat peringatan Hari Santri Nasional diduga dilakukan secara sistematis. Sebab, pengibaran bendera itu dilakukan di sembilan wilayah.
Menurut Zainut, pelaku telah menyadari kesalahannya, karena mengira bendera tersebut milik ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid sangat prihatin dengan pembakaran bendera tauhid bersamaan dengan peringatan Hari Santri di Garut, Jawa Barat. Dia berharap kejadian itu tidak terulang lagi.
Jika ada masyarakat Islam yang tidak terima, sesuai prosedur laporkan saja kepada aparat kepolisian.
Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, aksi tersebut berlebihan mengingat kalimat tauhid merupakan kalimat sakral bagi umat Islam.
Menurut Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid, hal itu rentan menimbulkan kesalahpahaman.
Prosesi penyerahan 17 Bendera Merah Putih berlangsung sangat khidmat. Penyerahan dilakukan kepada Sekretaris Kota Blitar Rudi Wijanarko yang didampingi Ketua PC NU Kota Blitar Habib Bawafi.
Selain kegiatan utama menjahit bendera, acara ini juga dirangkai dengan upacara serah terima panji Merah Putih dari Sekda Bengkulu kepada Ketua PW GP Ansor Bengkulu dan doa bersama untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.