Aparat kepolisian dinilai memancing munculnya kerusuhan antar bangsa, jika tidak menindak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Kerusuhan dimulai pada 15 November setelah pemerintah Republik Islam, salah satu produsen minyak terbesar OPEC, mengumumkan menaikkan harga bensin.