Dari 8.745 tempat tidur isolasi, kini yang digunakan pasien COVID-19 hanya 1.896 tempat tidur.
Gelombang kelima infeksi COVID kali ini didominasi oleh varian Delta yang ganas, bisa menjadi lebih bencana dan tidak dapat diubah jika tidak ada yang dilakukan karena bahkan jika negara itu tidak kehabisan tempat tidur rumah sakit, namun akan kehabisan pekerja.
Otoritas medis di Bangkok mengatakan Senin bahwa semua tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) untuk pasien COVID-19 di rumah sakit umum penuh dan beberapa orang sakit dirawat di ruang gawat darurat.
Ruang isolasi didirikan di 20.844 desa lengkap dengan 45.710 unit tempat tidur.
Tempat tidur isolasi ini kerja sama antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Agama, dan dengan BUMN.
Produk tersebut termasuk 24.000 detektor karbon monoksida yang gagal padam, hampir 400.000 pengering rambut yang tidak memiliki perlindungan yang diperlukan terhadap sengatan listrik dan sengatan listrik, dan banyak pakaian tidur anak-anak yang dapat terbakar.
Kondisi ini diperburuk oleh menipisnya ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di beberapa wilayah yang berstatus sebagai zona merah.
Ada lebih dari 35.000 kasus COVID-19 di dalam penjara dan narapidana telah didorong untuk memakai masker bahkan ketika mereka tidur di malam hari.
Sehingga kawasan yang terkesan `tidur` tersebut bisa segera memberikan multiplier effect economy bagi masyarakat Kabupaten Jembrana, dan masyarakat di kawasan Bali Barat.
Jumlah kasus di India melonjak 349.691 dalam 24 jam terakhir, rekor hari keempat berturut-turut, dan rumah sakit di Delhi dan di seluruh negeri menolak pasien setelah kehabisan oksigen medis dan tempat tidur.