Presiden Ukraina secara terbuka menuduh Budapest berperilaku tidak pantas untuk anggota blok pimpinan Amerika Serikat (AS).
Komentar tersebut menyusul pertemuan terakhir Biden dengan mitranya dari Korea Selatan, Yoon Suk-yeol di ibu kota AS pekan ini, di mana dia berjanji untuk meningkatkan kerja sama nuklir antara kedua sekutu tersebut.
Menurut Putin, sistem diplomasi internasional telah sangat terkikis akhir-akhir ini, dengan negara-negara tertentu yang memaksakan aturan mereka sendiri.
Skuadron A-10 Warthog Amerika di Timur Tengah akan dilengkapi dengan "penghancur bunker" seberat 250lb.
Ini bukan kali pertamanya kedua lembaga tersebut dikenai hukuman oleh Departemen Luar Negeri dan Keuangan AS.
Customs and Border Protection (CBP) AS pada November 2021 memberikan sanksi impor dari Smart Glove dan grup perusahaannya atas dugaan penggunaan kerja paksa di fasilitas produksinya.
Biden berencana untuk singgah di Port Moresby pada Mei saat melakukan perjalanan antara KTT G7 di Jepang dan KTT Quad di Sydney, Australia.
AS dan negara-negara Barat lainnya mendorong Ukraina untuk menyerahkan senjata nuklir ketika bekas Uni Soviet runtuh, sebagai gantinya menawarkan perlindungan.
Buenos Aires dan Beijing menandatangani perjanjian pertukaran mata uang tahun lalu, yang bertujuan membendung arus keluar mata uang asing dari bank sentral Argentina.
Ini adalah pertama kalinya kedua negara melakukan latihan tembak-menembak bersama di perairan yang diperebutkan.