Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan ingin berbicara dengan kelompok Taliban yang saat ini menguasai pemerintah Afghanistan.
Qatar muncul sebagai lawan bicara utama antara negara-negara barat dan Taliban, setelah mengembangkan hubungan dekat dengan kelompok militan itu dengan menjadi tuan rumah kantor politiknya sejak 2013.
Bandara Kabul ditutup sejak berakhirnya pengangkutan udara besar-besaran yang dipimpin Amerika Serikat (AS) terhadap warganya, warga negara Barat lainnya, dan warga Afghanistan yang membantu negara-negara Barat.
Banyak warga Afghanistan berjuang untuk memberi makan keluarga mereka di tengah kekeringan parah jauh sebelum gerilyawan Taliban merebut kekuasaan bulan lalu.
Namun, tingkat kerjasama akan tergantung pada kesediaan Taliban untuk memenuhi persyaratan tertentu. Ini juga tidak berarti sebuah pengakuan formal Uni Eropa terhadap Taliban.
Salah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar, akan memimpin pemerintahan baru Afghanistan yang akan segera diumumkan, di saat para pejuangnya memerangi bekas pasukan di Lembah Panjshir, utara Kabul.
Taliban mengusulkan agar Turki mengoperasikan bandara, asalkan keamanan dijamin oleh kelompok itu.
Sebuah jet dari negara Teluk itu adalah pesawat asing pertama yang mendarat di ibu kota Afghanistan pada Rabu (1/9) sejak hiruk pikuk evakuasi berakhir sehari sebelumnya dengan penarikan Amerika.
Ada kekhawatiran Afghanistan akan melihat terulangnya krisis migrasi yang melanda Eropa pada 2015-16.
Sebuah restoran Palestina di Didsbury, Manchester, membuat 900 makanan untuk para pengungsi Afghanistan dan mengantarkannya ke bandara saat mereka mendarat.