Rumah Zakat sendiri memiliki Program Rumah Gizi, yang tujuannya juga untuk menekan angka stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak di beberapa desa yang menjadi wilayah binaannya.
Pemberian bantuan Beras Fortivit melalui program Bulog Peduli Gizi ini sebagai salah satu bentuk keterlibatan mendukung program pemerintah dalam percepatan pencegahan stunting agar prevalensi bisa ditekan turun.
Beras FortiVit ini adalah beras bervitamin yang salah satu kandungan vitaminnya untuk menanggulangi masalah kekurangan gizi dari ibu hamil sampai balita.
Pada kasus stunting di Indonesia, angka yang besar tersebut disebabkan oleh banyaknya jumlah ibu yang mengalami kekurangan asupan gizi mikro
Begiatan ini merupakan komitmen nyata Bulog dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan guna menunjang gizi dan pertumbuhan Balita Bawah Garis Merah (BGM).
Selain prevalensi stunting, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut terdapat dua tantangan lainnya yakni peningkatan kasus penyakit degeneratif seperti stroke, jantung, kanker, dan diabetes, serta tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia.
Survei Status Gizi Indonesia tahun 2019 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Barat prevalensi stuntingnya masih diatas 40 persen, tertinggi di Indonesia.
Gizi yang tidak memadai untuk ibu hamil dapat berpengaruh pada kesehatan ibu dan anak, seperti kematian ibu, kelahiran prematur, keguguran, kekurangan gizi dan risiko kesehatan lainnya termasuk stunting.
Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu.
salah satu tantangan dalam menurunkan stunting adalah menyamakan pola pikir masyarakat mengenai gizi seimbang.