Pengguna motor dan mobil listrik itu kan relatif masyarakat kelas menengah dan atas. Mereka tidak membutuhkan subsidi. Yang butuh subsidi adalah masyarakat yang tidak mampu untuk membeli komoditas pupuk, listrik, BBM, dan lain-lain. Ini kan paradoks.
Jumlah BBM Solar subsidi yang diduga diselewengkan mencapai 62.608 liter per harinya.
Tidak ada urgensinya Pemerintah memberikan subsidi pada pembelian motor atau mobil listrik. Justru, Pemerintah harusnya mengalokasikan subsidi pada sektor-sektor yang menjadi hajat hidup orang banyak. Seperti subsidi pupuk, subsidi BBM untuk nelayan, subsidi BPJS dan subsidi lain yang lebih penting. Bukan malah mensubsidi kelompok masyarakat yang mampu.
Sekurang-kurangnya (subsidi) akan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Pemerintah bukannya mensubsidi masyarakat kecil malah mensubsidi kalangan mampu dan pengusaha. Ini kan ironis.
Jaga Produksi Pertanian, Kementan Terbitkan Permentan 10/2022 soal Pupuk Bersubsidi.
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, harga pupuk saat ini tentu ada pengaruh dengan kondisi global. Misalnya, seperti konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
PKB Usung Program Listrik Gratis dan Pupuk Subsidi
DPR menegaskan masyarakat kecil harus dipastikan mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT).
Presiden Joko Widodo menyatakan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) subsidi bahan bakar minyak (BBM) sudah hampir selesai.