Dalam sesi tanya jawab langsung dengan publik pada Minggu (30/5), Khan menegaskan, membangun kembali hubungan dengan India akan mengabaikan semua perjuangan Kashmir dan lebih dari 100.000 warga Kashmir yang menjadi martir.
Center for COVID-19 Situation Administration (CCSA) mengatakan, kasusnya adalah seorang perempuan Thailand hamil yang bepergian dengan putranya dari Pakistan ke Thailand bulan lalu.
Sebelumnya, pemerintah Pakistan telah memberlakukan penguncian wilayah pada April 2021. Hal tersebut menyusul kekhawatiran terjadi gelombang ketiga corona di perbatasan India.
Pakistan melarang pergerakan pejalan kaki dari negara tetangga Iran dan Afghanistan dalam upaya untuk menahan penyebaran virus corona.
Anggota Dewan Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi menjadi tuan rumah konferensi yang dihadiri Afghanistan, Pakistan, Nepal, Sri Lanka dan Bangladesh, di mana tetangga China dan saingan regional India juga diundang.
Kota tersebut melaporkan 30 kasus virus corona baru pada Minggu, 29 di antaranya diimpor, menandai jumlah korban harian tertinggi sejak 15 Maret.
Kedutaan Besar Prancis di Islamabad, melalui surel, memperingatkan ancaman serius terhadap kepentingan Prancis di Pakistan
Ribuan warga Pakistan saling bergegas untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 putaran pertama, setelah pemerintah memutuskan menjual vaksin secara bebas. Bahkan, kota di selatan Karachi mengaku sampai kehabisan vaksin.
Seorang pejabat di New Delhi mengatakan penghentian itu sebagian bertujuan untuk meredakan situasi yang mengkhawatirkan bagi warga sipil yang tinggal di sepanjang perbatasan.
Presiden Pakistan Arif Alvi mendesak Prancis untuk menghentikan "sikap diskriminatif" terhadap Muslim menjadi undang-undang yang ditujukan untuk memerangi ekstremisme