Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina menyebut kunjungan itu sebagai "rasial dan kolonial".
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan tindakan itu segera berlaku dan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Menurut salah seorang pejabat Israel yang berbicara anonim, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meneken proposal tersebut pada Selasa (30/7) malam.
Para pengunjuk rasa membawa plakat yang burbunyi kecaman terhadap tindakan Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Mereka meneriakkan slogan-slogan melawan pemerintah.
Tim B sekarang menyeret sekutu Washington, Inggris, ke medan perang etelah Kelompok hawkish gagal membujuk presiden AS untuk berperang melawan Iran.
Netanyahu sekali lagi meminta Eropa untuk menjatuhkan sanksi hukuman terhadap Teheran, yang sebelumnya sudah dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat (AS).
Benjamin Netanyahu menuding Palestina enggan menempuh jalur perdamaian, dan memilih untuk tetap melanjutkan konflik.
Kemenangan Netanyahu dikabarkan oleh media setempat Channel 12 pada Rabu (10/4) pagi sebagai dikutip dari Reuters.
Netanyahu, yang berkuasa berturut-turut sejak 2009, keukeuh untuk memenangkan jabatan kelimanya sebagai perdana Menteri Israel.
Janji itu akan dia realisasikan jika menang kembali dalam pemilihan perdana menteri, untuk jabatan kedua kalinya.