Peningkatan produkivitas yang dilakukan IPDMIP, di antaranya melalui peningkatan kualitas dan kapasitas SDM pertanian, baik petani, penyuluh, petani milenial, poktan, maupun gapoktan.
Kementan, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa), berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk petani dan penyuluh pertanian Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Selain Pilar Sosial, ada beberapa unsur yang berperan aktif dalam tugas kemanusiaan seperti unsur pendamping sosial, pelopor perdamaian, penyuluh sosial, petugas makam, petugas ambulans, petugas medis serta masyarakat.
Pelatihan Petani dan Penyuluh dilakukan bertahap mulai 7 hingga 14 Agustus 2021 dengan 18 gelombang pelatihan yang difasilitasi oleh UPT lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebagai salah satu Unit Kerja di bawah koordinasi BPPSDMP-Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) turut mendapatkan mandat untuk menyukseskan upaya tersebut.
BPPSDMP melalui 10 Tempat Uji Kompetensi (TUK) UPT BPPSDMP akan melaksanakan Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian THL-TBPP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Kementan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Kapasitas yang paling pertama ialah harus kritis terhadap tugas dan tanggung yang dia emban
Tercatat per 4 Juli 2021 ada 9.751 orang peserta yang mendaftar pada aplikasi registrasi online, terdiri dari 7.597 orang penyuluh dan 2.154 petani.
Indonesia bisa terperosok ke titik nadir yang paling dalam jika sektor pertaninya hancur.