Rudal balistik itu ditembakkan hanya beberapa jam setelah kapal selam rudal balistik Amerika Serikat (AS) tiba di pelabuhan Korea Selatan.
Rusia menyerang pelabuhan Odesa Ukraina dengan rudal dan pesawat tak berawak pada Selasa (18/7).
Ltihan trilateral tersebut dilakukan di perairan internasional antara Korea Selatan dan Jepang, menyatukan kapal perusak yang dilengkapi dengan sistem radar Aegis dari ketiga negara.
Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang berjanji untuk bekerja sama dengan komunitas internasional memperketat sanksi terhadap Pyongyang.
Senjata itu adalah inti dari kekuatan serangan nuklirnya dan peringatan bagi Amerika Serikat (AS) dan musuh lainnya.
Macron mengatakan Paris akan mengirim rudal SCALP, yang sudah dipasok oleh London dengan nama "Storm Shadow".
Korea Utara juga mengklaim pesawat pengintai AS baru-baru ini melanggar wilayah udaranya di dekat pantai timur.
Rudal kedua menghantam sebuah desa di pinggiran Kramatorsk, melukai lima orang, tetapi korban utama ada di restoran, di mana setidaknya tiga anak termasuk di antara yang tewas.
Kepala Pemerintahan Presiden Volodymyr Zelenskyy, Andriy Yermak mengatakan di Telegram bahwa 42 orang terluka, termasuk seorang anak.
Penyelidik Rusia mengatakan empat rudal telah ditembakkan oleh pasukan Ukraina di jembatan itu.