Upaya Iran untuk menahan virus corona hanya akan berhasil jika negara-negara di kawasan dan di seluruh dunia melakukan bagian tanggung jawab mereka dan bekerja sama dengan Teheran.
Washington dan beberapa musuh lain di Teheran dan Beijing mengeksploitasi epidemi tersebut untuk menyebarkan Iranophobia dan Sinophobia.
Kekhawatiran tentang keamanan penerbangan semakin mengerikan pada 8 Januari ketika Iran secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina yang terbang dari Teheran ke Kiev.
Mahan Airlines meninggalkan Teheran dengan tim dokter penyakit menular dan petugas medis tanggap darurat khusus pada Selasa (4/2) pagi.
Zarif mengatakan telah melakukan percakapan telepon dengan rekannya dari China, Wang Yi, menekankan bahwa Teheran berdiri tegak di sebelah Beijing ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia.
Sanksi itu disebut masih kelanjutan dari upaya Paman Sam untuk menekan Teheran setelah Presiden AS, Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral Iran 2015 pada Mei 2018.
Irak bergantung pada Iran untuk perdagangan dan gas alam yang menghasilkan sebanyak 45% dari listriknya, tetapi AS berusaha untuk mengambil Baghdad dari orbit Teheran.
Keputusan Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir 2015 Iran, karena pertumbuhan ekonomi Teheran sudah melejit setelah implementasi pakta tersebut.
Hubungan Teheran dan Washington memanas sejak komandan Pasukan Quds Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone pasukan AS di Baghdad, Irak.
Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan Riyadh siap melakukan pembicaraan dengan Teheran, tetapi tergantung pada Iran.