Mulai 1 Muharram 1443 Hijriah, atau Selasa (10/8/2021), pemerintah Arab Saudi resmi membuka kembali ibadah umrah internasional.
umrah dibatasi untuk orang Saudi dan penduduk asing kerajaan yang diizinkan untuk melakukan ritual di Masjidil Haram dengan kapasitas 30% atau 6.000 orang per hari.
Kementerian bertujuan untuk mencapai 60.000 peziarah yang didistribusikan selama delapan periode operasional, sehingga kapasitas menjadi dua juta peziarah per bulan.
Arab Saudi membuka kembali tempat suci umat Islam untuk ziarah umrah pada hari Minggu.
Izin dikeluarkan untuk warga negara dari 150 negara. Prioritas diberikan kepada mereka yang belum pernah melakukan haji sebelumnya, dan kelompok umur tertentu.
Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadan Harisman mengatakan, sampai hari ini, Kamis (10/6), ada 59 jemaah yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan.
Pihak berwenang Saudi menindaklanjuti pembaruan (pandemi) dan menteri haji dan umrah dan kesehatan akan segera mengumumkan keputusan.
Pemerintah Arab Saudi dikabarkan memberi izin untuk pelaksanaan umrah di awal Ramadhan. Syaratya, calon jemaah telah dua kali mendapatkan vaksin Covid-19.
Setiap jamaah yang hendak menunaikan umrah atau salat di Masjidil Haram harus memiliki izin.
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyambut baik sikap Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang memberikan izin umrah dan kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk orang-orang yang sudah divaksinasi mulai bulan Ramadan.