Boni mengatakan bahwa gerakan 4 November diawali dari dengan konferensi pers politik SBY di Cikeas pada tanggal 2 November 2016.
Muhammadiyah mengapresiasi kandidat pasangan dari poros Cikeas, Agus-Sylvi.
Keputusan partai yang tergabung dalam poros Cikeas untuk mengusung Agus-Sylvi ke Pilkada DKI telah melalui survei dan perhitungan politik yang cukup matang.
Pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berpotensi kalah di Pilkada DKI Jakarta 2017. Sedangkan, calon dari poros Cikeas Agus Yudhoyono berpotensi menjadi kuda hitam.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung poros Cikeas, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni kembali unggul dalam polling yang dirilis SindoTrijaya.
Calon gubernur DKI Jakarta dari poros Cikeas Agus Yudhoyono dinilai telah melengkapi keunggulan dua kandidat pesaingnya, Ahok dan Anies Baswedan.
Pasangan Cagub dari kubu Cikeas, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni menguasai hampir semua polling di media sosial (Medsos) sebagai kandidat yang diharapkan warga DKI.
Meski usianya yang terbilang masih muda, Cagub DKI yang diusung poros Cikeas Agus Harimurti Yudhoyono memiliki segudang prestasi yang gemilang baik di kemiliteran maupun di akademi.
Pasangan Agus-Sylviana yang diusung koalisi Cikeas memiliki unsur dukungan yang komplit, yakni memadukan unsur nasionalis, agamis, dan mengusung kebijakan kerakyatan.
Koalisi Kekeluargaan harus bisa mencari sosok yang memiliki akseptabiltas dan elektabilitas tertinggi guna menyaingi petahana.