Putin menegaskan, Rusia akan mulai bekerja untuk menciptakan rudal baru, termasuk jenis hipersonik.
Amerika Serikat (AS) menangguhkan kepatuhannya dengan Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia.
INF adalah perjanjian bilateral antara AS dan Uni Soviet, sehingga tidak ada pembatasan pada aktor militer besar lainnya seperti China.
Putin siap membalas Amerika Serikat (AS), jika negara tersebut keluar dari perjanjian nuklir jangka menengah atau INF (Intermediate Range Nuclear Forces).
Putin kembali menolak klaim Trump bahwa Rusia melanggar INF. Ia mengatakan runtuhnya pakta akan mengarah pada perlombaan senjata baru, situasi yang ia gambarkan sangat berbahaya.
Jubir Kremlin Peskov mengatakan keputusan Trump menarik AS dari Traktat Senjata Nuklir Jarak Menengah dan langkah-langkah serupa lainnya akan membuat dunia menjadi lebih berbahaya.
Jika Gedung Putih mundur secara sepihak dari Traktat Pasukan Nuklir Tingkat Menengah atau yang juga dikenal dengan INF, Rusia akan mengambil langkah-langkah balas dendam, termasuk secara militer.
Washington akan keluar dari perjanjian senjata nuklir yang berusia 31 tahun dengan Moskow, dengan alasan Rusia melanggar perjanjian dan menuntut masuknya China.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pihaknya siap bertemu dengan Amerika Serikat untuk mencoba mengadakan perjanjian kontrol senjata.
Pada saat tim pencarian menggunakan jalur darat dipimpin Komandan Kodim 0910 Malinau, Letkol Inf Andy Mustafa Akad, salah seorang kru bernama Lettu Pnb Abdi Darmain ditemukan selamat.