Sebuah penelitian menemukan bahwa nikotin dalam uap rokok elektronik (e-rokok/Vaping) bisa memicu penyakit kanker pada manusia
Ketika uap nikotin dari e-rokok menghantam sel-sel saluran napas manusia dalam kultur, itu memperlambat pergerakan lendir atau dahak di daerah tersebut. File Foto dengan Vaping 360.
Para periset juga mengekspos sel paru dan kandung kemih manusia yang dikultur ke nikotin, dan menemukan efek yang sama, kerusakan DNA dan perbaikan DNA yang tertekan.
Tang dan rekan-rekannya mengamati tikus laboratorium dengan uap e-cigarette, yang mengandung pelarut nikotin dan cairan
Apa saja kesalahpahaman vape yang sering terjadi? Berikut ulasannya.
Untuk pertama kalinya, riset ini telah memberikan kita bukti yang sangat meyakinkan bahwa rokok elektrik lebih efektif dalam membantu perokok untuk berhenti dibandingkan dengan terapi pengganti nikotin tradisional, seperti nikotin tempel dan permen karet, terlebih bila dibandingkan dengan yang berhenti tanpa bantuan alternatif sama sekali.