Menurut Direktur Program Pelajar Berkreasi, Natalina Rimba, Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah di bidang pendidikan, salah satunya ranking PISA Indonesia yang masih terpaut jauh yaitu posisi ke-72 dari total 79 negara.
Indikator kesuksesannya dapat diukur ketika peringkat Programme for International Student Assessment (PISA) SDM Indonesia meningkat secara signifikan.
Dia mengatakan, untuk PISA di bidang matematika dan sains, Indonesia membutuhkan waktu sekitar 90 tahun untuk menyamai perolehan Singapura saat ini. Sedangkan untuk bidang bahasa, butuh waktu 60 tahun.
Indra Charismiadji menilai target pemerintah terhadap Programme for International Students Assessment (PISA) hingga 2030 mendatang masih tergolong rendah.
Nadiem Anwar Makarim memberikan bocoran, bahwa Asesmen Kompetensi Minimum yang mengujikan kemampuan literasi dan numerasi, akan meniru soal-soal Programme for International Students Assessment (PISA).
Kita ingin mendorong percepatan perubahan paradigma pendidikan kita, termasuk isu soal pendidikan itu adalah soal literasi.
Nominal sebesar Rp1.277 triliun untuk pendidikan dalam kurun waktu 2016-2018, rupanya sedikitpun tak berdampak pada peningkatan ranking Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyebut hasil ini memberikan perspektif baru terhadap pemerintah, dalam melakukan evaluasi dan pembenahan sistem pendidikan di Indonesia.
Dalam hasil PISA 2018 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada Selasa (3/12) siang, Indonesia berada di urutan ke-72 dari 77 negara alias 10 terbawah.
Berdasarkan capaian dalam skor Programme for International Students Assessment (PISA), Denmark selalu menempati posisi 20 besar