Pertamina perlu memastikan semua jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax, Solar, serta LPG subsidi 3 kg tersedia secara aman dan merata, terutama di wilayah yang menjadi tujuan utama mudik masyarakat.
Kuota minyak solar sebesar 18,8 juta kiloliter dan minyak tanah 525.000 KL
IAW ingatkan APH soal dugaan manipulasi solar subsidi yang terjadi di Belitung
Pasalnya, Solar dan Pertalite menggunakan uang negara.
Sebaiknya menjelang akhir Pemerintahannya, rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengambil kebijakan strategis yang merugikan rakyat banyak. Karena, kebijakan penghapusan Solar dan Pertalite, yang jelas-jelas merupakan dua jenis BBM yang disubsidi negara, secara langsung akan memukul daya beli rakyat.
Ini adalah sebuah amanah. Insyaallah ikhtiar kita untuk membuat bahan pokok yang terjangkau, lapangan kerja lebih luas, biaya pendidikan lebih murah, nelayan dapat solar yang mudah, petani dapat solar yang mudah. Itu semua ada di perubahan.
Pertamina harus membuat perhitungan yang cermat agar kebutuhan BBM dan gas masyarakat selama libur Nataru terpenuhi. Apalagi sebelumnya Pemerintah menyetujui penambahan kuota BBM jenis solar sebesar 1,2 kilo liter dan LPG 3kg sebesar 190.000 Metrik Ton (MT).
Ini ide menarik. Rasanya PLN perlu mempertimbangkan usulan ini. Jangan sampai ide ini dieksekusi oleh swasta nanti PLN malah kelimpungan di tengah surplus listrik di pulau Jawa-Sumatera. PLN harus kreatif di tengah himpitan utang yg hampir mencapai Rp 500 triliun melalui investasi yang menarik dan menguntungkan. Kalau atap-atap rumah di kota-kota ini dipasangkan panel solar oleh PLN lalu masuk jaringan PLN, maka target NZE (net zero emission) tahun 2060 optimis dicapai.
Secara umum saya setuju penambahan kuota untuk solar dan gas elpiji 3 kg, menuju hari natal dan tahun baru tahun 2024. Karena dua Komoditas ini kan dikonsumsi terutama oleh masyarakat kecil dan transportasi umum. Penambahannya juga tidak banyak. Kita ingin masyarakat tenang dan gembira memasuki tahun baru dan tidak ada antrian BBM atau kelangkaan gas melon 3 kg.
Nikolai Shulginov mengatakan, Rusia memiliki pasokan bensin dan solar yang cukup untuk penggunaan domestik dan penjualan luar negeri.