Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit mematikan di Indonesia. Sayangnya, hingga kini masih banyak orang tak sadar bahwa sejumlah kebiasaan sehari-hari justru membuka peluang lebih besar bagi bakteri Mycobacterium tuberculosis untuk menyerang tubuh.
Salah satu faktor penting dalam proses pemulihan penderita TBC adalah asupan gizi. Menurut para ahli kesehatan, makanan bergizi seimbang sangat krusial dalam memperkuat sistem imun dan membantu tubuh melawan infeksi.
Hari Tuberkulosis Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, merupakan sebuah peringatan yang didedikasikan untuk mengingatkan semua pihak akan urgensi pengentasan penyakit tuberkulosis (TBC), yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia
Indonesia tercatat sebagai negara dengan penyebaran penyakit Tuberkulosis tertinggi kedua di dunia.
Kami ingin kasus (penyakit TBC) ini bisa ditekan. Komisi IX sebagai ‘leading sector’ akan mendukung dan mempersiapkan berbagai kemungkinan agar setiap langkah nyata yang dilakukan menjadi efektif terlaksana. Jadi, konkret.
Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus Tuberkulosis di seluruh dunia.
Dorong Keterlibatan Semua Pihak dalam Pencegahan dan Pengendalian TB
Sejak tahun 2000, USAID telah menggelontorkan dana senilai 4,7 miliar dolar AS dan berhasil menyelamatkan 75 juta jiwa di seluruh dunia.
Menurut data kemenkes, ada lebih dari 1 juta orang hidup dengan TBC.
Remehkan Vaksin, Penyakit Campak Kembali Merajalela di Inggris