Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi, lolos dari upaya percobaan pembunuhan di tempat kediamannya di Baghdad.
Kecaman mengalir dari seluruh dunia atas dua bom bunuh diri di ibu kota Irak, Baghdad, yang menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 110 lainnya.
Tidak ada kelompok yang mengatakan mereka melakukan serangan terbaru, tetapi kecurigaan akan jatuh pada kelompok jihadis ISIS.
Menurut Perusahaan Gas Nasional Iran milik negara, Baghdad saat ini berhutang kepada Iran $ 5 miliar untuk pasokan gas dan tambahan denda $ 1 miliar.
Ibukota Irak Baghdad dan kota-kota lain terancam kekurangan listrik yang serius setelah Iran memangkas ekspor gas
Amerika Serikat senang melihat pemerintah Irak berbuat lebih banyak untuk melindungi kedutaan AS di Baghdad dari milisi Muslim Syiah yang didukung Iran.
kelompok Takfiri sudah berhasil mengangkat kepalanya di beberapa wilayah regional setelah pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, di Baghdad pada bulan Januari.
Pada 5 Juli, seorang anak terluka dalam insiden serupa di mana sebuah roket menghantam sebuah rumah di dekat Zona Hijau, yang menampung gedung-gedung pemerintah dan misi asing.
AS gagal memberikan bukti yang cukup untuk membenarkan serangan pesawat tak berawak pada Januari terhadap konvoi Jenderal Soleimani saat meninggalkan Bandara Baghdad.
Sistem pertahanan udara di Irak telah mencegat roket yang menargetkan Kedutaan Besar AS di Zona Hijau yang dijaga ketat Baghdad.