Kesehatan mata sering kali dianggap masalah fisik semata, padahal gangguan penglihatan seperti rabun jauh (mata minus) ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan mental anak.
Sebuah penelitian terbaru dari Korea Selatan memberi arah baru dalam memahami penyebab depresi. Tim ilmuwan dari Institute for Basic Science menemukan bahwa molekul gula di otak memainkan peran penting dalam timbulnya gejala depresi.
Konsumsi minuman bersoda yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental, terutama pada wanita
Para peneliti melihat adanya perubahan signifikan pada mikrobioma usus, terutama meningkatnya bakteri bernama Eggerthella, yang sebelumnya telah dikaitkan dengan depresi. Menariknya, lonjakan bakteri ini hanya ditemukan pada wanita, bukan pria.
Penelitian ini berfokus pada kondisi subthreshold depression, yaitu gejala depresi ringan yang belum tergolong klinis tetapi tetap meningkatkan risiko gangguan di masa depan
Orang dengan depresi kerap mengalami penurunan energi, motivasi, dan konsentrasi secara drastis. Kondisi ini membuat berbagai aktivitas dasar terasa jauh lebih berat dari biasanya.
Selalu Depresi dan Cemas, MGK Blak-blakan Berjuang Mengelola Kesehatan Mentalnya
Penurunan harapan hidup ini ditemukan pada penderita depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, PTSD, dan kecemasan. Penyebab utamanya adalah risiko penyakit kardiovaskular yang meningkat drastis pada kelompok ini.
Rasa lelah berkepanjangan, tidak termotivasi, dan mudah kesal sering disalahartikan sebagai depresi. Padahal, meski gejalanya mirip, burnout dan depresi adalah dua kondisi berbeda yang memerlukan pendekatan berbeda pula.
Ini tips agar terhindar dari depresi dengan makanan sehat ala negara Jepang