Bangun kekuatan Iptek
Pertanian sekarang harus memanfaatkan teknologi, termasuk internet of thing.
Apa yang terjadi di bidang ristek saat ini adalah efek bola salju dari politisasi Iptek dan dehabibienisasi. Pemerintah terlalu memaksakan diri dan sradak-sruduk dalam menata kelembagaan Ristek nasional. Jadi terkesan bukannya menata, tetapi malah mengacak-acak.
Dukung Anak Muda Indonesia Tempuh Pendidikan Setingginya
Gelaran pameran ini bertujuan menghadirkan pengalaman sains bagi stakeholder maupun pengunjung, mendorong terjadinya transfer knowledge baik antar peserta maupun peserta dengan pengunjung, menjadi parameter perkembangan produk riset dan inovasi terkini, mendorong proses komersialisasi inovasi, dan mendukung diseminasi inovasi di bidang Iptek.
Anggota DPR RI, Mulyanto menangkap kesan selama berkuasa Presiden Joko Widodo sedang melakukan “proyek dehabibienisasi” yakni menghapus jejak, karya dan kelembagaan teknologi yang hasilkan begawan Iptek Prof. Dr. BJ Habibie.
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto memperkirakan kinerja inovasi Indonesia akan terus merosot pasca penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) harus fokus meningkatkan kinerja inovasi Indonesia melalui penataan lembaga dan pengembangan program yang komprehensif.
Ini kan terkesan kekuasaan takut menghadapi proses hukum. Takut kalah dalam persidangan MK, yang dari sana berpeluang terungkap bahwa proses pembentukan regulasi di tingkat eksekutif tidak akurat alias sembrono.
BRIN seyogianya berperan sebagai lembaga pendana riset dan inovasi, bukan mengintegrasikan lembaga-lembaga iptek