Produk-produk tersebut berpotensi lebih rendah risiko dan dapat membantu perokok untuk berhenti
Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) menyebut jumlah perokok anak usia 10-18 tahun terus meningkat dari 7,2% pada 2013 menjadi 9,1% atau sekitar 3,2 juta (Riskesdas 2018).
di masa pandemi Covid-19 anak-anak menjadi kaum yang paling rentan karena berpotensi menjadi perokok pasif akibat terpapar asap rokok dari orang tua dan orang dewasa lainnya yang merokok di rumah.
Anak-anak menjadi kaum yang paling rentan saat ini karena mereka berada di rumah yang berpotensi terpapar asap rokok serta iklan dan promosi rokok di media sosial
rokok sangat beresiko untuk dikonsumsi anak-anak apalagi untuk usia di bawah umur. Karena memang rokok hanya diperuntukkan untuk orang dewasa.
Di Jepang, angka perokok turun hingga 30 persen dalam jangka waktu tiga tahun
Aliansi Masyarakat Sipil Perlindungan Anak untuk Darurat Perokok Anak mendesak Menteri Kesehatan RI untuk segera menyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 (PP 109/2012)
Pada Selasa, Tebboune, seorang perokok berat, dirawat di unit perawatan khusus di sebuah rumah sakit militer di ibu kota Aljazair.
Jumlah perokok anak di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
Prevalensi perokok elektrik penduduk usia 10-18 tahun mengalami kenaikan pesat