Keterbukaan Korban Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Harus segera Ditindaklanjuti
Siswa SD bernama Nabil (11) meninggal dunia usai diduga menjadi korban perundungan dari teman sekelasnya, di Kota Ternate, Maluku Utara.
Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mendukung penuh pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN), untuk mencegah dan menindak secara tegas pelaku perundungan (bullying)
Isu mental health ini bukan lagi jadi sekadar wacana. Karena buktinya valid dan nyata. Dengan memperhatikan unsur mental, kita harap tidak lagi ada senior-senior yang melakukan perundungan untuk juniornya. Dan mereka yang menjadi korban juga jadi punya pendampingan.
Untuk mencegah perundungan di lingkungan kampus, Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo mengatakan pihaknya menerapkan dua pendekatan.
AIPKI menyesalkan pemberhentian Program Studi (Prodi) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip).
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan. polisi gelar perkara kasus perundungan PPDS Undip
Perundungan-perundungan yang dilakukan senior pada junior menurut saya itu justru memperlihatkan sikap feodal dan kampungan. Sama halnya dosen yang sok killer dan malah membuat mahasiswa tidak lulus lulus.
Saya sangat menyesalkan adanya perbuatan perundungan yang masih terus dilakukan. Padahal, pemerintah sudah membuat aksi perang terhadap perundungan.
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo membantah bahwa korban melakukan bunuh karena perundungan (bullying)