Para capres tidak hanya `jumping` dengan mengangkat tema-tema permukaan yang bertujuan untuk meningkatkan popularitas dan elektablitasnya saja.
Popularitas tidak lantas menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan calon pemimpin bangsa.
Melihat kredibilitas Mas Ismail Fahmi selama ini, rasanya apa yang disampaikan valid semuanya. Mas Ismail Fahmi setelah kuliah di Belanda dan kembali mengabdi untuk Indonesia. Hal yang sama dialami Erick Thohir, setelah melihat kemajuan bangsa lain, dia dipanggil pulang oleh Presiden Jokowi dan mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara.
Dalam simulasi tiga nama berdasararkan efek popularitas, Ganjar Pranowo berada di posisi teratas.
Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, Partai Golkar telah membangun kedekatan dengan pemilih muda sejak lama.
Kesuksesan Indonesia dalam menangani Pandemi Covid tidak lepas dari kerja keras para menteri salah satunya yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Aliansi pendukung Pak Mahfud yang disebut Sahabat Mahfud ini kalau tujuannya meningkatkan popularitas Pak Mahfud, silakan turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat untuk meningkatkan popularitas junjungannya. Jangan membuat sensasi di media dengan melaporkan Ketua Komisi III ke MKD yang justru ironinya salah alamat.
Haris menjelaskan, popularitas dan elektabilitas capres harus didasarkan prestasi bukan penggiringan opini melalui lembaga survei dan pencitraan media sosial.
Secara umum, semua menteri yang punya konflik kepentingan baik pribadi maupun jabatan sebaiknya mengundurkan diri. Kabinet ini babak belur padahal masih 2,5 tahun. Saat Krisis menghadang tapi menteri pada cari `cuan` dan popularitas. Akhirnya presiden menanggung beban sendiri.
Tentu ini hasil kerja-kerja politik Erick Thohir yang efektif, meski masih di angka dua persen tapi dengan tren yang naik itu merupakan hal yang bagus karena dia pendatang baru.