Etnis Rohingnya itu akan di penjara jika kembali ke Bangladesh.
Menurut PBB, bentrokan antara militer Myanmar dan tentara Arakan terus berlangsung selama beberapa hari terakhir setelah serangan oleh Tentara Arakan di pos-pos polisi
Pasien itu langsung dioperasi sesar setelah dokter tak mendengar detak jantung bayi. Beruntungnya bayi itu dihidupkan kembali berkat upaya petugas medis Turki.
Kelima orang warga Myanmar itu adalah kelompok kedua yang dikembalikan paksa ke Myanmar.
Sejumlah tentara mulai mendorong dan menyuruh mereka (Rohingnya) berkumpul di pos keamanan terdekat.
Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh.
Pembunuhan di kota Maungdaw terjadi pada hari yang sama ketika ARSA melancarkan serangan terhadap sekitar 30 pos keamanan di Rakhine.
Organisasi Kerjasama Islam mengeluarkan pernyataan bersama pada akhir konferensi dua hari di Bangladesh.
Kepada McConnell, Suu Kyi sebagai peraih nobel perdamaian dan pemimpin Myanmar menyampaikan bahwa pelanggaran hak asasi manusia perlu diperhatikan.