Kanker payudara tidak hanya momok menakutkan bagi semua kaum hawa. Laki-laki pun demikian. Pasalnya, kanker pembunuh nomor satu ini juga berpeluang terjadi pada kaum adam.
Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (Peraboi) mengapresiasi upaya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), menggencarkan deteksi dini kanker payudara melalui Periksa Payudara Sendiri (Sadari).
Rerie berharap masyarakat dapat mengedepankan upaya pencegahan, lewat kepedulian dalam mendeteksi secara dini payudara secara berkala, baik melalui metode Sadari mau pun dengan alat mammografi.
Bumi yang kita pijak, usianya semakin tua, dan manusia sudah terlalu banyak membebani kehidupannya dengan mengeksploitasi isi bumi, maka menjadi penting untuk kita sadari bersama, bahwa ancaman krisis iklim itu nyata.
Bumi yang kita pijak, usianya semakin tua, dan manusia sudah terlalu banyak membebani kehidupannya dengan mengeksploitasi isi bumi, maka menjadi penting untuk kita sadari bersama, bahwa ancaman krisis iklim itu nyata.
Harus kita sadari bersama, bahwa SDM Jabatan Fungsional yang berkualitas tidak akan bisa bertahan jika dalam pengelolaannya tidak dilaksanakan secara baik.
Sadari merupakan salah satu bentuk pemeriksaan deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan sendiri di rumah, yang dilakukan setiap bulan pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama haid.
dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS menyarankan pasien kanker payudara tetap menjalankan pengobatan yang dianjurkan, meski berada di tengah pandemi Covid-19.
Ketua YKPI mengimbau pentingnya deteksi dini kanker payudara. Berdasarkan data global 2018, kanker payudara adalah jenis kanker tertinggi untuk pasien kanker di Indonesia.
Selain dapat mencegah kemungkinan kanker payudara stadium lanjut, praktik Sadari yang dapat dilakukan di rumah masing-masing juga menjadi bentuk perhatian perempuan terhadap kesehatan payudaranya.