Fadel Muhammad juga mendorong agar vaksin Sputnik V dari Rusia segera masuk ke Indonesia untuk mempercepat program vaksinasi massal tersebut.
vaksin Pasteurcovac, yang dikenal sebagai Soberana 2 di Kuba, diharapkan akan dilisensikan untuk penggunaan umum minggu ini di Iran.
Batch token pertama dari vaksin Sputnik dilaporkan 150.000 di antaranya tiba pada 1 Mei dan pengiriman kedua diharapkan dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Guatemala pada akhir Maret mengakuisisi 16 juta dosis dari Rusia sebesar US $ 79,6 juta. Seminggu kemudian, setengah jumlah yang dibayar dan Rusia menawarkan untuk mengirimkan 100.000 dosis pada minggu terakhir April, tetapi vaksin ditunda.
Fadel mengungkapkan, terkait vaksin Sputnik sudah ada pembicaraan awal antara Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Pemerintah juga telah menunjuk perusahaan Biofarma untuk memasukan vaksin sputnik ini ke Indonesia.
Saham Huons Global melonjak 29,8 persen ke batas harian mereka pada perdagangan Jumat pagi, versus pasar datar yang lebih luas.
Penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Rusia dinilai penting dalam kerangka kerja sama, khususnya terkait penanganan pandemi dalam hal vaksin Covid-19.
Rusia mendaftarkan Sputnik V pada bulan Agustus, menjelang uji klinis skala besar, memicu kekhawatiran di antara banyak ahli atas proses jalur cepat.
Saat ini Rusia sudah memproduksi dan menggunakan tiga jenis vaksin, yakni Sputnik V, EpiVacCorona, dan CoviVac.