Tema kali ini kami pilih Kasih Damai Perjuangan. Sengaja kami pilih tema ini karena saat ini masuk pada tahun pesta demokrasi.
Peristiwa kelam masa lalu, kata dia tidak bisa dilupakan begitu saja, sebab catatan hitam itu telah mencederai demokrasi dan hak asasi manusia.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh narsum seperti Akademisi, pengamat politik, Pegiat HAM dan Keadilan Sosial, Pegiat Pemilu dan Demokrasi, dan Presiden Mahasiswa Unsil.
Tempo pernah nulis beberapa waktu lalu bahwa Prabowo itu adalah produk gagal orde baru dan Gibran adalah anak haram konstitusi, kita mau bicara dan sampaikan bahwa Prabowo-Gibran adalah bentuk humor dan kelucuan dalam ruang demokrasi kita.
Negara ini akan menghargai kemanusian, dan menghargai demokrasi selama kemudian telah mengadili dan pelaku pelanggar HAM.
Situs ini juga sebagai platform pelaporan bagi warga maupun relawan yang memantau jalannya pesta demokrasi
Sejumlah Aktivis Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Aktivis Lingkungan, Pegiat Pemilu dan Demokrasi menggelar Bedah Buku Hitam Prabowo Subianto;
Akhir-akhir ini yang menonjol dari RR adalah gerakan opposisi untuk melawan praktik anti demokrasi di dalam kekuasaan.
Solidaritas menjaga pemilu sebagai pilar demokrasi, berjalan secara damai, dan melahirkan pemimpin negara dan wakil-wakil rakyat yang adil dan membawa perdamaian bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.
Mari datang ke TPS dan memilih Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Ajak semua keluarga untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi Indonesia nanti.