Mohammed Bin Salman (MBS) menyebut jurnalis Jamal Khashoggi, yang terbunuh di Konsulat Saudi sebagai sosok Muslim yang berbahaya.
Awal pekan lalu, Kepala Jaksa Turki mengungkapan bahwa kolumnis The Washington Post tersebut telah dicekik hingga mati lemas, lalu tubuhnya dipotong-potong, tak lama setelah memasuki konsulat.
Mantan duta besar Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Turki Al Faisal, secara terbuka mengatakan bahwa pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, sama saja dengan pembunuhan terhadap seluruh umat manusia.
Kini kehadiran Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, adik dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz yang menghilang dari kerajaan membuat publik bertanya-tanya.
Uni Eropa menegaskan kembali seruannya kepada Arab Saudi agar menghukum semua pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi
Pemerintah Arab Saudi belum memberikan penjelasan dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan sulit terkait kasus pembunuhan Jamal Khashoggi
Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa Khashoggi telah dicekik kemudian dipotong-potong, tak lama setelah kolumnis The Washington Post tersebut memasuki Konsulat Arab Saudi, di Istanbul 2 Oktober lalu.
Turki mendesak jaksa Saudi, Saud Al Mojeb untuk mengungkapkan lokasi jenazah Khashoggi.
Keterlibatan negara lain mencari tahu pembunuhan Kahashoggi akan sangat membantu.
Hatice Cengiz mengatakan Trump seharusnya tidak membuka jalan untuk menutup-nutupi pembunuhan Khashoggi.