PLN terus meningkatkan penggunaan pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Haryanto menjelaskan apabila pasokan utama mengalami gangguan akan segera dipindahkan ke sumber listrik cadangan.
Program ini merupakan bagian dari transisi energi bersih, mengurangi impor dan subsidi BBM serta menghemat devisa negara.
PT PLN (Persero) melakukan kerja sama pendanaan sebesar USD380 juta dari USD610 juta yang direncanakan untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan dengan total kapasitas 1.040 megawatt (MW).
"SLA merupakan salah satu sumber pembiayaan yang digunakan PT PLN untuk membiayai proyek pembangkit listrik di Indonesia terutama pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT)"
Kita tentu prihatin dengan bisnis model PT PLN yang harus menanggung beban keuangan akibat over supplay energi listrik. Pemerintah harus membatasi kehendak pihak swasta sebagai supplyer energi listrik kepada PLN untuk membangun pembangkit listrik.
PLN sudah menyusun peta jalan untuk melakukan transisi energi dari energi fossil menuju energi terbarukan.
Sinergi dua BUMN ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon dan mencapai net zero emission pada 2060 mendatang.
Haryanto WS memastikan kesiapan PLN mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pendukung khususnya yang berbasis EBT.