Keputusan AS baru ini untuk meningkatkan sanksi terhadap Iran dan meningkatkan pasukan di wilayah Teluk Persia adalah masalah pencegahan dan pertahanan.
Teheran dalang serangan dua tanker minyak di Teluk Persia dan Laut Oman pada Mei dan Juni.
Penyebaran pasukan dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya, dan rencana seperti koalisi maritim yang diprakarsai AS tidak akan menghasilkan hasil selain ketidakamanan.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengeluarkan pernyataan anti-Iran setelah pertemuan ke-12 pada pertemua tindak di Kairo awal pekan ini.
Topan Faxai, yang mengepakkan angin hingga 216 kilometer (134 mil) per jam, mendarat di Chiba tepat di sebelah timur ibukota sebelum fajar, dan masuk melalui Teluk Tokyo.
Iran mengisyaratkan bahwa mereka akan melepaskan kapal tanker Inggris dalam beberapa hari ke depan, setelah direbut pada Juli lalu di perairan Teluk.
Pembukaan blokir atas layanan data internet juga diberlakukan di 10 kabupaten di Provinsi Papua Barat, yakni Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak.
Sahand, dibangun di Iran dan diluncurkan pada 2018, dianggap sebagai kapal perang paling canggih di angkatan laut Iran
Kehadiran negara lain di Teluk Persia dengan dalih misi keamanan hanya menghasilkan eskalasi ketegangan dan bahkan peperangan.
Amerika Serikat (AS) tidak boleh menciptakan rasa tidak aman di kawasan strategis tersebut.