Krisis pengungsi saat ini di negara Eropa merupakan konsekuensi dari dukungan mereka terhadap terorisme di negara Arab.
Dhaka tidak mengizinkan anak-anak Rohingya mengakses pendidikan formal.
Para pengungsi yang kembali disambut oleh perwakilan Komite Rekonsiliasi Suriah dan Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Sisi yang Menentang di Suriah.
Turki saat ini menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah, melebihi negara lain di dunia, dan sejauh ini Turki telah menghabiskan dana sebesar USD40 miliar untuk mereka, menurut laporan otoritas resmi.
Sekitar 700 anggota keluarga militan ISIS juga melarikan diri dari sebuah kamp untuk para pengungsi sementara di Suriah utara
Sekitar 46 wanita dan anak-anak Australia yang melarikan diri dari wilayah yang dikuasai ISIS dan tertahan di kamp pengungsi al-Hawl di Suriah utara
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dari unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Dhaka sudah memberikan daftar nama sekitar 105.000 pengungsi Rohingya ke Myanmar selama tiga fase, untuk mempercepat proses repatriasi mereka ke Myanmar.
Badan ini juga mengantisipasi pemrosesan lebih dari 350.000 orang dalam kasus suaka baru.
Sekitar 200.000 Rohingya berunjuk rasa di kamp pengungsian Bangladesh, untuk menandai dua tahun sejak mereka melarikan diri dari penumpasan berdarah pasukan Myanmar.