impor beras justru bersamaan dengan masa panen petani.
Kostraling mampu bekerja menjadi Bulog-Bulog kecil yang menyerap semua hasil panen di seluruh daerah.
Pada kunjungan ini pun dilakukan panen perdana kentang pada lahan food estate di Desa Ria Ria, Kecamatan Pollung dan melakukan kick-off pembukaan lahan food estate di Desa Hutajulu, Kecamatan Pollung, Humbahas seluas 785 hektar.
Impor untuk memenuhi komoditas beras bukanlah solusi. Terlebih, petani di sejumlah daerah sedang memasuki masa panen.
Kementan terus menjaga produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Luas panen Padi Kabupaten Maros hingga Maret 2021 mencapai 10.848 hektare dan April 17.400 hektare dimana pada 2020 produksi beras Kabupaten Maros mengalami surplus sebesar 113.496 ton.
Ketetapan HPP diberlakukan untuk menjaga harga gabah atau beras di tingkat petani tidak anjlok.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) potensi panen pada Maret 2021 seluas 1,63 juta hektare dan April luas 1,67 juta hektare.
Penolakan ini sesuai dengan tata kelola komoditas pangan nasional yang harus mengutamakan produksi dalam negeri.
Wacana impor beras yang kini terus bergulir betul-betul sangat meresahkan petani, khususnya yang ada di ladang dan sawah pedesaan.