Zarif pada Maret lalu, mendesak Washington untuk membebaskan Asgari yang merupakan salah satu dari beberapa ilmuwan Iran yang disandera oleh AS.
Pembebasannya dimungkinkan berkat tindak lanjut diplomatik oleh Teheran, terlepas dari upaya Washington untuk memperpanjang penahanannya dan menukarnya dengan tahanan yang ditahan Iran
Pada tanggal 29 Mei 2004, peringatan Perang Dunia II Nasional didedikasikan di National Mall di Washington. Ribuan veteran perang, yang berakhir hampir 59 tahun sebelumnya, menghadiri upacara tersebut.
Washington bertujuan untuk mempertahankan kemampuannya untuk meningkatkan pasukannya di kawasan itu dalam waktu singkat.
Washington juga secara sepihak memberi Tel Aviv kedaulatan penuh atas Yerusalem
Proposal itu menuai kritik dari Gedung Putih. Presiden AS, Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan bereaksi sangat kuat atas aturan tersebut.
AS menyetujui penjualan 18 terpedo kelas berat senilai US$180 juta ke Taiwan, di tengah buruknya hubungan Washington dengan China.
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama antara KBRI Washington DC, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, dan Pos Kesehatan Diaspora.
Washington membalikkan punggungnya pada beberapa perjanjian internasional di bawah pemerintahannya saat ini yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump.
AS mendesak Iran mengirim pesawat sewaan, untuk proses pertukaran narapidana sekaligus membawa pulang 11 warga negara Iran yang akan dideportasi Washington.