Beijing harus menyediakan tanggapan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan Tiongkok yang sah dan untuk menegakkan keadilan internasional.
Dalam penilaian keamanan tersebut, untuk kali pertama kali Beijing mencapai tempat kedua setelah Amerika Serikat dalam Buku Putih Pertahanan, sedangkan Korut terdorong ke posisi ketiga.
Kementerian Luar Negeri China menuduh pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memfitnah Beijing, dan mencampuri urusan dalam negerinya.
Perang dagang Amerika Serikat (AS) terhadap ekonomi China tidak berefek berarti karena Beijing mulai menemukan solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhannya.
Mereka menuntut London untuk berbuat lebih banyak guna melindungi rakyat Hong Kkong, dan meningkatkan tekanan pada Beijing atas kebebasan negara tersebut.
Merkel menyebut hak dan kebebasan rakyat Hong Kong harus dijamin, setelah bertemu dengan Perdana Menteri China Li Keqiang di Beijing, pada Jumat (6/9).
Beijing memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk turun tangan dan memadamkan kerusuhan di Hong Kong.
Kesepakatan ini muncul usai pertemuan kedua pejabat militer tersebut di Beijing, pada Sabtu (17/8) kemarin
China mendevaluasi mata uangnya sembari mempertahankan cadangan devisa yang substansial, meskipun Beijing sudah menggunakan cara tersebut secara aktif di masa lalu.
Beijing mulai mengizinkan perjalanan sejenis itu pada Juni 2011 dan untuk pertama kalinya dalam 8 tahun terakhir larangan berkunjung kembali diberlakukan.