Insiden di distrik Bajaur Pakistan adalah yang pertama dari jenisnya, yang dilaporkan sejak Taliban mengambil alih Kabul pada 15 Agustus.
Serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) pada Minggu (29/8), menghantam salah seorang pembom bunuh diri di sebuah kendaraan, yang bertujuan menyerang bandara Kabul.
Lebih dari 112.000 orang telah meninggalkan Afghanistan melalui pengangkutan udara besar-besaran yang dipimpin AS sejak gerakan Taliban kembali berkuasa dua minggu lalu, dan operasi itu mereda meskipun kekuatan Barat mengatakan ribuan orang mungkin tertinggal.
Kementerian Pertahanan Turki telah mengumumkan selesainya evakuasi tentaranya dari Afghanistan, setelah 20 tahun berhasil menjalankan tugas di sana.
Rusia mengutuk serangan teroris di bandara Kabul Afghanistan yang menewaskan sedikitnya 90 orang termasuk 13 tentara Amerika Serikat.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pendapatan tahunan kelompok militan itu sejak 2011 hingga sekarang diperkirakan sekitar US$400 juta. Dan pada akhir 2018 diperkirakan meningkat secara signifikan hingga US$1,5 miliar per tahun.
Serangan tersebut dilakukan sehari setelah bom bunuh diri di bandara Kabul, yang menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan.
Dewan Keamanan juga menegaskan kembali pentingnya memerangi terorisme di Afghanistan untuk memastikan wilayah Afghanistan tidak boleh digunakan mengancam atau menyerang negara mana pun.
Taliban meminta bantuan teknis kepada Turki untuk menjalankan bandara, tetapi menuntut agar militer Ankara ditarik hingga batas waktu akhir 31 Agustus 2021.
Direktur Darurat regional WHO mengatakan, peralatan trauma dan persediaan darurat untuk rumah sakit, serta obat-obatan untuk mengobati kekurangan gizi kronis di antara anak-anak termasuk di antara barang-barang prioritas.