Jokowi meminta agar seluruh Menteri turun ke lapangan untuk melakukan validasi data kesebelas komoditas pokok masayarakat, salah satunya, gula.
Syahrul memprediksi akan terjadi panen tebu di sejumlah wilayah Tanah Air pada Mei dan Juni mendatang. Jumlahnya bisa mencapai 500.000 ton hingga 600.000 ton.
Pernyataan mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu didukung prediksi akan terjadi panen tebu.
Ketersediaan molases tebu yang berlimpah berpeluang untuk mendatangkan keuntungan pada biokonversi menjadi etanol. Molases ini memiliki kadar gula yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 50%.
Bukan hanya meningkatkan kecemasan dan risiko obesitas, namun melansir dari situs Huff Post, gula yang terlalu tinggi pada tubuh dapat melemahkan sistem imun.
Kegunaan batang sorgum manis sama dengan tebu, karena mengandung kadar gula tinggi, yang dapat menghasilkan etanol melalui proses fermentasi.
Kemendag juga berencana untuk mengalihkan gula dari industri gula di Lampung ke Jakarta berdasarkan hasil rapat bersama antara Kemendag dan satgas Pangan serta Pemda yang dipimpin Gubernur Lampung.
Kementerian Perdagangan (Kemendang) kembali menggelar operasi pasar di beberapa titik di Jakarta untuk menekan harga gula yang belakangan di atas harga yang ditetapkan pemerintah.
Syahrul berjanji akan memastikan ketersediaan pangan dasar, seperti beras, minyak goreng, gula, bawang putih dan beberapa komoditas lainnya secara maksimal sesuai standar kebutuhan rakyat.
Ada 11 komoditas pokok yang dikawal, antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.