Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk penegasan semangat toleransi keberagamaan di Bangladesh.
Rohingya tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar tetapi sebagai pendatang gelap dari Bangladesh
Bangladesh juga meminta Myanmar mengizinkan mereka pulang tanpa rasa takut dan menjamin keselamatan mereka.
Diperkirakan, setiap malam ada 500 orang Rohingya yang mencoba kabur ke Bangladesh.
Eksekusi tersebut dilakukan di tengah serangan kelompok militan di negara yang mayoritas penduduknya muslim.
Aksi penyanderaan selama 12 jam itu berakhir setelah ratusan serdadu dan polisi menyerbu Kafe Holey Artisan Bakery yang terletak di kawasan elite kota Dhaka.