Harusnya meringankan beban rakyat, caranya mengendalikan harga BBM untuk rakyat. Dengan kata lain, memberikan tambahan subsidi BBM untuk rakyat miskin sebesar Rp11,2 triliun.
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai keputusan untuk mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke bantuan sosial (bansos) tambahan sudah tepat.
Saya rasa ini keputusan yang tepat karena harga minyak dunia terus turun sejak bulan Juni 2022 lalu, dari semula yang harganya mencapai USD 120 per barel menjadi mendekati harga sebesar USD 90 per barel.
Sebenarnya saat ini, masyarakat sudah dirugikan dari kuota BBM subsidi yang berkurang 25% sehingga masyarakat harus menggunakan BBM non subsidi pertamax.
Besarnya APBN yang digunakan untuk subsidi BBM membuat warganet bereaksi.
Pemda diminta kompak sosialisasikan kenaikan harga BBM subsidi
Pemerintah harus mampu memastikan bahwa subsidi BBM hanya untuk kalangan tidak mampu. Jika tidak, dikhawatirkan keuangan negara akan semakin terbebani.
Harga BBM subsidi naik, Mensos Risma siap salurkan bansos BLT
Harga BBM naik, Pemerintah kucurkan Rp24,17 triliun untuk bantuan lansung tunai (BLT)
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teguh Dartanto menilai subsidi BBM perlu dievaluasi. Dia mengatakan hal itu bisa mengurangi beban fiskal.